Home › Religion and Spirituality › Whether Good Works Can Wash Your Sins?
Sebagian besar manusia di muka bumi ini percaya / mengajarkan bahwa orang bisa selamat / masuk surga karena perbuatan baik. Tetapi sebetulnya ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena bagaimana dengan dosa-dosa yang telah ia lakukan maupun yang akan ia lakukan? Ingat bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa!
Illustrasi: Misalnya suatu hari saudara naik kendaraan bermotor dan melanggar rambu lalu lintas, dan lalu seorang polisi menilang saudara. Saudara akan disidang 1 minggu yang akan datang. Sementara menunggu saat persidangan, saudara lalu mau ‘menebus dosa’ saudara dengan berbuat baik. Saudara menghibur tetangga yang kesusahan, membelikan obat untuk tetangga yang sakit, dsb. Pada saat persidangan, hakim bertanya: Apakah saudara, pada tanggal ini, di jalan ini, melanggar rambu lalu lintas ini? Saudara lalu menjawab: Benar Pak Hakim, tetapi, saya sudah menebus dosa dengan berbuat baik. Ini ada 3 saksi yang menerima kebaikan saya. Sekarang pertanyaannya: kalau hakim itu waras, apakah orang itu akan dibebaskan dari hukuman?
Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum dunia / negarapun, tidak mungkin perbuatan baik bisa menutup dosa!
Allah tahu akan hal ini (yaitu bahwa manusia tidak bisa selamat karena perbuatan baiknya), tetapi Ia mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu. Lalu bagaimana caranya? Memasukkan manusia berdosa ke surga begitu saja? Memang ada agama yang percaya hal ini. Mereka percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan pengampun, sehingga Ia akan memasukkan orang berdosa ke surga begitu saja, tanpa ada yang membayar dosa-dosanya. Tetapi ini tidak mungkin! Ia tidak bisa berbuat demikian karena Ia adalah Allah yang suci, yang tidak bisa bersatu dengan manusia berdosa, dan Ia adalah Allah yang adil, yang tidak bisa tidak menghukum manusia yang berdosa!
Jadi bagaimana? Ia harus menjatuhkan hukuman tetapi Ia ingin manusia bisa terhindar dari hukuman tersebut. Jadi, harus ada seseorang yang menjadi pengganti dalam menerima / memikul hukuman dari Allah tersebut. Tetapi siapa? Seorang manusia biasa? Tidak mungkin, karena semua manusia berdosa, sehingga tidak mungkin memikul hukuman untuk orang lain. Seorang malaikat? Kalau demikian maka Allah menjadi tidak adil, karena manusia yang berdosa, malaikat yang dihukum. Jadi satu-satunya cara adalah Ia sendiri yang harus menebus dosa itu / membayar hutang dosa itu! Dan karena ‘upah dosa ialah maut’ , sedangkan sebagai Allah Ia tidak bisa mati, maka Allah harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, supaya Ia bisa mati menebus dosa kita!
-Anonymous
Illustrasi: Misalnya suatu hari saudara naik kendaraan bermotor dan melanggar rambu lalu lintas, dan lalu seorang polisi menilang saudara. Saudara akan disidang 1 minggu yang akan datang. Sementara menunggu saat persidangan, saudara lalu mau ‘menebus dosa’ saudara dengan berbuat baik. Saudara menghibur tetangga yang kesusahan, membelikan obat untuk tetangga yang sakit, dsb. Pada saat persidangan, hakim bertanya: Apakah saudara, pada tanggal ini, di jalan ini, melanggar rambu lalu lintas ini? Saudara lalu menjawab: Benar Pak Hakim, tetapi, saya sudah menebus dosa dengan berbuat baik. Ini ada 3 saksi yang menerima kebaikan saya. Sekarang pertanyaannya: kalau hakim itu waras, apakah orang itu akan dibebaskan dari hukuman?
Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum dunia / negarapun, tidak mungkin perbuatan baik bisa menutup dosa!
Allah tahu akan hal ini (yaitu bahwa manusia tidak bisa selamat karena perbuatan baiknya), tetapi Ia mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu. Lalu bagaimana caranya? Memasukkan manusia berdosa ke surga begitu saja? Memang ada agama yang percaya hal ini. Mereka percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan pengampun, sehingga Ia akan memasukkan orang berdosa ke surga begitu saja, tanpa ada yang membayar dosa-dosanya. Tetapi ini tidak mungkin! Ia tidak bisa berbuat demikian karena Ia adalah Allah yang suci, yang tidak bisa bersatu dengan manusia berdosa, dan Ia adalah Allah yang adil, yang tidak bisa tidak menghukum manusia yang berdosa!
Jadi bagaimana? Ia harus menjatuhkan hukuman tetapi Ia ingin manusia bisa terhindar dari hukuman tersebut. Jadi, harus ada seseorang yang menjadi pengganti dalam menerima / memikul hukuman dari Allah tersebut. Tetapi siapa? Seorang manusia biasa? Tidak mungkin, karena semua manusia berdosa, sehingga tidak mungkin memikul hukuman untuk orang lain. Seorang malaikat? Kalau demikian maka Allah menjadi tidak adil, karena manusia yang berdosa, malaikat yang dihukum. Jadi satu-satunya cara adalah Ia sendiri yang harus menebus dosa itu / membayar hutang dosa itu! Dan karena ‘upah dosa ialah maut’ , sedangkan sebagai Allah Ia tidak bisa mati, maka Allah harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, supaya Ia bisa mati menebus dosa kita!
Perbuatan baik seseorang akan bisa menhapus kejahatan kalo kita benar2 tidak mengulangi dosa itu lagi, dan menyesali segala perbuatan jahat kita
-Anonymous
- worth 10 points and 5 stars!?" People I bought a router and got the cable that was put on the pc and the router the net works normal now I want reeconectar shape of the cab..."
- Best technique to start a car?" I start driving getting started br je disengages br passe the first br Gears slightly to find the point of skating I maintain ..."
- After Workout, what should be taken first STEAM or SAUNA?"Steam and not saunaa href httpanswersyahoocomquestionindexqidAAqQXbhttpanswersyahoocomquestionindexqid..."

(1 votes, average: 4.00 out of 5, rated)