“Katakanlah:
Sesungguhnya patutkah
kalian kafir kepada yang
menciptakan bumi dalam
dua masa dan kalian
adakan sekutu-sekutu
bagi-Nya? (Yang bersifat )
demikian itulah Tuhan
semesta alam. Dan Dia
menciptakan di bumi itu
gunung-gunung yang
kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia
menentukan padanya
kadar makanan-makanan
(penghuni) nya dalam
empat masa. (Penjelasan
itu sebagai jawaban) bagi
orang-orang yang
bertanya. Kemudian Dia
menuju kepada
penciptaan langit, dan
langit itu masih
merupakan asap, lalu Dia
berkata kepadanya dan
kepada bumi,’datanglah
kamu berdua menurut
perintah-Ku dengan suka
hati atau terpaksa’.
Keduanya
menjawab,’Kami datang
dengan suka hati’. Maka
Dia menjadikan tujuh
langit dalam dua masa
dan Dia mewahyukan
pada tiap-tiap langit
urusannya. Dan Kami hiasi
langit yang dekat dengan
bintang-bintang yang
cemerlang dan Kami
memeliharany dengan
sebaik-baiknya.
Demikianlah ketentuan
Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui.”[3]
Ayat di atas menjelaskan
bahwa Allah menciptakan
bumi dan langit dengan
tahapan-tahapan dan
fungsinya masing-masing.
-Anonymous